Selamat datang, terima kasih atas kunjungannya. Salam perdamaian

Kegiatan Kepramukaan

Sebelum pelatihan kepramukaan dimulai terlebih dahulu diadakan apel pembukaan.Dan setelah pelatihan juga diadakan apel penutupan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat sore.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kegiatan Kepramukaan

Sebelum pelatihan kepramukaan dimulai terlebih dahulu diadakan apel pembukaan.Dan setelah pelatihan juga diadakan apel penutupan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat sore.

Kegiatan Kepramukaan

Sebelum pelatihan kepramukaan dimulai terlebih dahulu diadakan apel pembukaan.Dan setelah pelatihan juga diadakan apel penutupan. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Jumat sore.

Modul Guru Pembelajar SMP 2016

MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA SUNDA SMP

| Download Modul Guru Pembelajar Bahasa Sunda SMP (Kelompok Kompetensi A).pdf
| Download Modul Guru Pembelajar Bahasa Sunda SMP (Kelompok Kompetensi B).pdf
| Download Modul Guru Pembelajar Bahasa Sunda SMP (Kelompok Kompetensi C).pdf
| Download Modul Guru Pembelajar Bahasa Sunda SMP (Kelompok Kompetensi D).pdf
| Download Modul Guru Pembelajar Bahasa Sunda SMP (Kelompok Kompetensi E).pdf
| Download Modul Guru Pembelajar Bahasa Sunda SMP (Kelompok Kompetensi F).pdf
| Download Modul Guru Pembelajar Bahasa Sunda SMP (Kelompok Kompetensi G).pdf
| Download Modul Guru Pembelajar Bahasa Sunda SMP (Kelompok Kompetensi H).pdf
| Download Modul Guru Pembelajar Bahasa Sunda SMP (Kelompok Kompetensi I).pdf
| Download Modul Guru Pembelajar Bahasa Sunda SMP (Kelompok Kompetensi J).pdf

MODUL GURU PEMBELAJAR IPA SMP

| MODUL GURU PEMBELAJAR IPA SMP Kelompok Kompetensi A.
| MODUL GURU PEMBELAJAR IPA SMP Kelompok Kompetensi B.
| MODUL GURU PEMBELAJAR IPA SMP Kelompok Kompetensi C.
| MODUL GURU PEMBELAJAR IPA SMP Kelompok Kompetensi D.
| MODUL GURU PEMBELAJAR IPA SMP Kelompok Kompetensi E.
| MODUL GURU PEMBELAJAR IPA SMP Kelompok Kompetensi F.
| MODUL GURU PEMBELAJAR IPA SMP Kelompok Kompetensi G.
| MODUL GURU PEMBELAJAR IPA SMP Kelompok Kompetensi H.
| MODUL GURU PEMBELAJAR IPA SMP Kelompok Kompetensi I.
| MODUL GURU PEMBELAJAR IPA SMP Kelompok Kompetensi J.

MODUL GURU PEMBELAJAR IPS SMP


MODUL GURU PEMBELAJAR MATEMATIKA SMP

| Modul Guru Pembelajar Matematika SMP untuk Kelompok Kompetensi (KK) A
| Modul Guru Pembelajar Matematika SMP untuk Kelompok Kompetensi (KK) B
| Modul Guru Pembelajar Matematika SMP untuk Kelompok Kompetensi (KK) C
| Modul Guru Pembelajar Matematika SMP untuk Kelompok Kompetensi (KK) D
| Modul Guru Pembelajar Matematika SMP untuk Kelompok Kompetensi (KK) E
| Modul Guru Pembelajar Matematika SMP untuk Kelompok Kompetensi (KK) F
| Modul Guru Pembelajar Matematika SMP untuk Kelompok Kompetensi (KK) G
| Modul Guru Pembelajar Matematika SMP untuk Kelompok Kompetensi (KK) H
| Modul Guru Pembelajar Matematika SMP untuk Kelompok Kompetensi (KK) I
| Modul Guru Pembelajar Matematika SMP untuk Kelompok Kompetensi (KK) J

MODUL GURU PEMBELAJAR PPKn SMP

1. Kelompok Kompetensi A
Profesional : Pengantar PPKn SMP
Pedagogik : Dasar-dasar Perencanaan Pembelajaran, Penilaian dan PTK PPKn SMP
Download [Link 1]
Download [Link 2]
 
2. SMP Kelompok Kompetensi B
Profesional : Konsep Dasar PPKn SMP
Pedagogik : Langkah Penyusunan RPP, Penilaian dan PTK PPKn SMP.
Download [Link 1]
Download [Link 2] 

3. SMP Kelompok Kompetensi C
Profesional : Dinamika Konseptual PPKn SMP
Pedagogik : Prosedur Saintifik dan Penilaian serta Penyusunan Proposal PTK
Download [Link 1]
Download [Link 2]  

4. SMP Kelompok Kompetensi D
Profesional : Perkembangan Konsep PPKn SMP
Pedagogik : Penyusunan Saintifik & Instrumen Penilaian serta Perencanaan PTK
Download [Link 1]
Download [Link 2]  

5. SMP Kelompok Kompetensi E
Profesional : Nilai-nilai dalam PPKn SMP
Pedagogik : Penerapan Saintifik, Penilaian dan Pelaksanaan PTK
Download [Link 1]
Download [Link 2]  

6. SMP Kelompok Kompetensi F
Profesional : Implementasi Nilai-nilai PPKn SMP
Pedagogik : Permasalahan Saintifik, Penilaian, serta PTK PPKn SMP
Download [Link 1]
Download [Link 2]  

7. SMP Kelompok Kompetensi G
Profesional : Permasalahan dalam Implementasi Nilai PPKn SMP
Pedagogik : Permasalahan Penerapan Model Pendekatan Saintifik dan Penilaian
serta PTK PPKn SM
Download [Link 1]
Download [Link 2]   

8. SMP Kelompok Kompetensi H
Profesional : Analisis Permasalahan dalam Implementasi Nilai-nilai PPKn SMP
Pedagogik : Analisis Antar Unsur dalam Penerapan Pendekatan Saintifik dan Penilaian
serta Analisis Hasil Data PTK PPKn SM
Download [Link 1]
Download [Link 2]   

9. SMP Kelompok Kompetensi I
Profesional : Pengembangan Implementasi Nilai PPKn SMP
Pedagogik : Analisis Penerapan Pendekatan Saintifik & Penilaian serta Penyusunan Laporan
PTK PPKn SM
Download [Link 1]
Download [Link 2]   

10. SMP Kelompok Kompetensi J
Profesional : Revitalisasi Nilai PPKn SMP
Pedagogik : Pengembangan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran & Penilaian serta
Karya Tulis PPKn SM
Download [Link 1]
Download [Link 2]  

MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMP

| MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMP Kelompok Kompetensi A.
| MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMP Kelompok Kompetensi B.
| MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMP Kelompok Kompetensi C.
| MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMP Kelompok Kompetensi D.
| MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMP Kelompok Kompetensi E.
| MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMP Kelompok Kompetensi F.
| MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMP Kelompok Kompetensi G.
| MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMP Kelompok Kompetensi H.
| MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMP Kelompok Kompetensi I.
| MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INGGRIS SMP Kelompok Kompetensi J.

MODUL GURU PEMBELAJAR BAHASA INDONESIA SMP

Kelompok Kompetensi A
| Profesional : Hakikat dan Pemerolehan Bahasa.
| Pedagogik : Karakteristik Peserta Didik.

Kelompok Kompetensi B
| Profesional : Ragam Bahasa dan Keterampilan Berbahasa
| Pedagogik : Keterampilan Belajar

Kelompok Kompetensi C
| Profesional : Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia
| Pedagogik : Keterampilan Berbahasa Indonesia

Kelompok Kompetensi D
| Profesional : Keterampilan dan Kaidah Bahasa
| Pedagogik : Strategi Pembelajaran.

Kelompok Kompetensi E
| Profesional : Keterampilan Berbahasa Indonesia, Teori dan Genre Sastra Indonesia.
| Pedagogik : TIK dalam Pembelajaran.

Kelompok Kompetensi F
| Profesional : Apresiasi Puisi dan Prosa.
| Pedagogik : Model Pembelajaran.

Kelompok Kompetensi G
| Profesional : Menulis Puisi dan Mengapresiasi Teks Drama.
| Pedagogik : Komunikasi Efektif.

Kelompok Kompetensi H
| Profesional : Menulis Prosa dan Mementaskan Naskah Drama.
| Pedagogik : Penilaian Pembelajaran.

Kelompok Kompetensi I
| Profesional : Aliran-aliran Linguistik.
| Pedagogik : Pemanfaatan Hasil Penilaian.

Kelompok Kompetensi J
| Profesional : Kritik Sastra Indonesia.
| Pedagogik : Refleksi Pembelajaran dan PTK.
 

MODUL GURU PEMBELAJAR BIMBINGAN DAN KONSELING (BK) SMP

Modul Kelompok Kompetensi A
Pedagogik - Profesional

Modul Kelompok Kompetensi B
Pedagogik - Profesional

Modul Kelompok Kompetensi C
Pedagogik - Profesional

Modul Kelompok Kompetensi D
Pedagogik - Profesional

Modul Kelompok Kompetensi E
Pedagogik - Profesional

Modul Kelompok Kompetensi F
Pedagogik - Profesional

Modul Kelompok Kompetensi G
Pedagogik - Profesional

Modul Kelompok Kompetensi H
Pedagogik - Profesional

Modul Kelompok Kompetensi I
Pedagogik - Profesional

Modul Kelompok Kompetensi J
Pedagogik - Profesional

MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMP

| MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMP Kelompok Kompetensi A
| MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMP Kelompok Kompetensi B
| MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMP Kelompok Kompetensi C
| MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMP Kelompok Kompetensi D
| MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMP Kelompok Kompetensi E
| MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMP Kelompok Kompetensi F
| MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMP Kelompok Kompetensi G
| MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMP Kelompok Kompetensi H
| MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMP Kelompok Kompetensi I
| MODUL GURU PEMBELAJAR PJOK SMP Kelompok Kompetensi J

Modul Guru Pembelajar Seni Budaya SMP 2016

MODUL GURU PEMBELAJAR SENI BUDAYA SENI RUPA SMP

1. PROFESIONAL SENI BUDAYA SENI RUPA
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP A 
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP B
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP C
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP D
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP E
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP F
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP G
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP I
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP J
Maaf, Modul H belum ada, menyusul.

2. PEDAGOGIK SENI BUDAYA SENI RUPA
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP A
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP B
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP C
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP D
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP E
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP F
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP G
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP H
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP I
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI RUPA SMP J

Modul Guru Pembelajar Seni Budaya Seni Musik SMP 2016

| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI MUSIK SMP KK A
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI MUSIK SMP KK B 
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI MUSIK SMP KK C 
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI MUSIK SMP KK D 
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI MUSIK SMP KK E 
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI MUSIK SMP KK F 
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI MUSIK SMP KK G 1 
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI MUSIK SMP KK G 2 
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI MUSIK SMP KK H 
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI MUSIK SMP KK I
| MODUL GURU PEMBELAJAR SENI MUSIK SMP KK J 

Informasi PPDB 2016/2017

PEMERINTAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL

DINAS  PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMP 3 WONOSARI GUNUNGKIDUL
Jln. Baron Km. 6 Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta 55801

 

INFORMASI PENERIMAAN CALON PESERTA DIDIK  BARU (PPDB)
SMP N 3  WONOSARI TAHUN  PELAJARAN  2016 / 2017


I.       WAKTU   PENDAFTARAN : 
³ Pendaftaran akan dilaksanakan pada Tanggal  27, 28  dan 29 Juni  2016  dari pukul 08:00 WIB sampai pukul 14:00 WIB
³ Daya tamping yang diterima 6 (enam) kelas sebanyak 192 peserta didik (jika kelas 7 tahun pelajaran 2015/2016 naik kelas semua)
II.          SYARAT – SYARAT  PENDAFTARAN :
a.    Menyerahkan nilai US/M SD/Program Paket A  Asli dan menyerahkan foto copy nilai US/M SD dan foto copy  SD / SDLB / SLB Tingkat Dasar / MI / Ijasah Program Paket A / Surat Keterangan yang berpenghargaan sama yang  telah  disyahkan oleh  Kepala Sekolah  atau  Pejabat yang berwenang  masing-masing 1 (satu )  lembar. Berkas yang diminta sebelum pengumuman dianggap mengundurkan diri.
b.   Menyerahkan Pas Photo Hitam Putih terbaru  Ukuran  3  x  4  Cm  sebanyak  3 (tiga)  lembar. ( 2 lembar di pasang pada formulir pendaftaran, 1 lembar diserahkan bersama berkas)
c.     Berusia setinggi-tingginya  18  tahun terhitung pada tanggal 18 Juni  2016.
d.  Menyerahkan Surat bukti penghargaan prestasi minimum tingkat kabupaten (bagi yang memiliki ) yang telah diketahui Kepala Dinas Pendidikan setempat.
Jika pendaftar berasal dari luar Kabupaten Gunungkidul maka penghargaan minimal tingkat Provinsi, dan jika berasal dari luar DIY, penghargaan minimal tingkat nasional.
e.  Bagi calon peserta didik baru dari luar wilayah Kabupaten Gunungkidul/DIY disertai rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten/ Kota asal, serta Surat Keterangan Kelakuan Baik dan Bebas dari Narkoba dari Kepala Sekolah.
f.      Foto copy Akta Kelahiran sebanyak 1 (satu) lembar.
g.  Mengisi formulir pendaftaran (  2  lembar  )  yang disediakan oleh sekolah.( harus dituliskan Nomor Peserta Ujian dan NISN )
h.      Semua berkas dimasukkan ke dalam  Stop  Map  Merah untuk putri dan Biru untuk putra yang disediakan oleh Sekolah.
III.       SELEKSI :
³ Seleksi nilai US/M SD/MI adalah meranking nilai dari  3 (tiga) mata pelajaran : Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA (tanpa tes) dilaksanakan pada hari Rabu, 29 Juni 2016  setelah waktu pendaftaran berakhir.
³ Jika ada beberapa Calon Peserta Didik Baru mempunyai jumlah nilai US/M sama, maka akan dibandingkan jumlah nilai ijasah atau nilai raport kelas 6 semester 2 khusus 3 (tiga) maple US/M.
³ Apabila  nilai US/M SD/MI Asli dicabut sebelum pengumuman mana Calon Peserta Didik Baru tersebut dianggap mengundurkan diri sehingga tidak ikut diranking.
³ Calon peserta didik baru dari luar wilayah kabupaten Gunungkidul diatur sebagai berikut: Luar Negeri maksimum 5 %, Luar Propinsi maksimum 20 %, dan Luar Kabupaten maksimum 20 %
IV.       PENGUMUMAN  HASIL  SELEKSI:
Hasil  seleksi akan diumumkan pada hari :  Kamis, 30 Juni 2016 pukul 09:00 WIB
V.          PENDAFTARAN  ULANG:
Pendaftaran ulang bagi peserta didik baru yang dinyatakan diterima tanggal 1 dan 2 Juli 2016, jam 08.00 – 14.00 dan untuk hari Jum’at jam 08.00 – 11.00 WIB.
Bagi calon peserta didik  yang dinyatakan diterima tetapi tidak melakukan daftar ulang sampai dengan tanggal  2  Juli  2016  pukul  14.00  WIB,  dinyatakan  gugur dan tempatnya diberikan kepada calon siswa  cadangan.
Demikian pengumuman ini disampaikan agar menjadikan periksa.
                                                       Wonosari,   1   Juni   2016                                                                                                                           Kepala  Sekolah


                                                                                               
                                                        Mulyadi, S.Pd.                                                                                   
                                                        NIP  10621108 1986011003
 Download :
Google Drive       atau    4shared

Sejarah dan Asal Usul Keris Dan Kegunaannya

Keris adalah sejenis pedang pendek yang berasal dari pulau Jawa, Indonesia.
Keris purba telah digunakan antara abad ke-9 dan 14. Selain digunakan sebagai senjata,keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Keris terbagi menjadi tiga bagian yaitu mata, hulu, dan sarung. Beberapa jenis keris memiliki mata pedang yang berkelok-kelok. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes.
Keris sendiri sebenarnya adalah senjata khas yang digunakan oleh daerah-daerah yang memiliki rumpun Melayu atau bangsa Melayu.Pada saat ini, Keberadaan Keris sangat umum dikenal di daerah Indonesia terutama di daerah pulau Jawa dan Sumatra, Malaysia, Brunei, Thailand dan Filipina khususnya di daerah Filipina selatan (Pulau Mindanao). Namun, bila dibandingkan dengan Indonesia dan Malaysia, keberadaan keris dan pembuatnya di Filipina telah menjadi hal yang sangat langka dan bahkan hampir punah.

Tata cara penggunaan keris juga berbeda di masing-masing daerah. Di daerah Jawa dan Sunda misalnya, keris ditempatkan di pinggang bagian belakang. Sementara di Sumatra, Malaysia, Brunei dan Filipina, keris ditempatkan di depan. Sebenarnya keris sendiri memiliki berbagai macam bentuk, ada yang bermata berkelok kelok (7, 9 bahkan 13), ada pula yang bermata lurus seperti di daerah Sumatera. Selain itu masih ada lagi keris yang memliki kelok tunggal seperti halnya rencong di Aceh atau Badik di Sulawesi.

Bagian-bagian keris
Sebagian ahli tosan aji mengelompokkan keris sebagai senjata tikam, sehingga bagian utama dari sebilah keris adalah wilah (bilah) atau bahasa awamnya adalah seperti mata pisau. Tetapi karena keris mempunyai kelengkapan lainnya, yaitu wrangka (sarung) dan bagian pegangan keris atau ukiran, maka kesatuan terhadap seluruh kelengkapannya disebut keris.








* Pegangan keris
Pegangan keris ini bermacam-macam motifnya , untuk keris Bali ada yang bentuknya menyerupai patung dewa, patung pedande, patung raksaka, patung penari , pertapa, hutan ,dan ada yang diukir dengan kinatah emas dan batu mulia .Pegangan keris Sulawesi menggambarkan burung laut. Hal itu sebagai perlambang terhadap sebagian profesi masyarakat Sulawesi yang merupakan pelaut, sedangkan burung adalah lambang dunia atas keselamatan. Seperti juga motif kepala burung yang digunakan pada keris Riau Lingga, dan untuk daerah-daerah lainnya sebagai pusat pengembangan tosan aji seperti Aceh, Bangkinang (Riau) , Palembang, Sambas, Kutai, Bugis, Luwu, Jawa, Madura dan Sulu, keris mempunyai ukiran dan perlambang yang berbeda. Selain itu, materi yang dipergunakan pun berasal dari aneka bahan seperti gading, tulang, logam, dan yang paling banyak yaitu kayu. Untuk pegangan keris Jawa, secara garis besar terdiri dari sirah wingking ( kepala bagian belakang ) , jiling, cigir, cetek, bathuk (kepala bagian depan) ,weteng dan bungkul.

* Wrangka atau Rangka
Wrangka, rangka atau sarung keris adalah bagian (kelengkapan) keris yang mempunyai fungsi tertentu, khususnya dalam kehidupan sosial masyarakat Jawa, karena bagian wrangka inilah yang secara langsung dilihat oleh umum . Wrangka yang mula-mula (sebagian besar) dibuat dari bahan kayu (jati , cendana, timoho , kemuning, dll) , kemudian sesuai dengan perkembangan zaman maka terjadi perubahan fungsi wrangka (sebagai pencerminan status sosial bagi penggunanya ). Kemudian bagian atasnya atau ladrang-gayaman sering diganti dengan gading. Secara garis besar terdapat dua macam wrangka, yaitu jenis wrangka ladrang yang terdiri dari bagian-bagian : angkup, lata, janggut, gandek, godong (berbentuk seperti daun), gandar, ri serta cangkring. Dan jenis lainnya adalah jenis wrangka gayaman (gandon) yang bagian-bagiannya hampir sama dengan wrangka ladrang tetapi tidak terdapat angkup, godong dan gandek. Aturan pemakaian bentuk wrangka ini sudah ditentukan, walaupun tidak mutlak. Wrangka ladrang dipakai untuk upacara resmi , misalkan menghadap raja, acara resmi keraton lainnya (penobatan, pengangkatan pejabat kerajaan, perkimpoian, dll) dengan maksud penghormatan. Tata cara penggunaannya adalah dengan menyelipkan gandar keris di lipatan sabuk (stagen) pada pinggang bagian belakang (termasuk sebagai pertimbangan untuk keselamatan raja ). Sedangkan wrangka gayaman dipakai untuk keperluan harian, dan keris ditempatkan pada bagian depan (dekat pinggang) ataupun di belakang (pinggang belakang). Dalam perang, yang digunakan adalah keris wrangka gayaman , pertimbangannya adalah dari sisi praktis dan ringkas, karena wrangka gayaman lebih memungkinkan cepat dan mudah bergerak, karena bentuknya lebih sederhana. Ladrang dan gayaman merupakan pola-bentuk wrangka, dan bagian utama menurut fungsi wrangka adalah bagian bawah yang berbentuk panjang ( sepanjang wilah keris ) yang disebut gandar atau antupan ,maka fungsi gandar adalah untuk membungkus wilah (bilah) dan biasanya terbuat dari kayu ( dipertimbangkan untuk tidak merusak wilah yang berbahan logam campuran ) Karena fungsi gandar untuk membungkus , sehingga fungsi keindahannya tidak diutamakan, maka untuk memperindahnya akan dilapisi seperti selongsong-silinder yang disebut pendok . Bagian pendok ( lapisan selongsong ) inilah yang biasanya diukir sangat indah , dibuat dari logam kuningan, suasa ( campuran tembaga emas ) , perak, emas . Untuk daerah diluar Jawa (kalangan raja-raja Bugis , Goa, Palembang, Riau, Bali ) pendoknya terbuat dari emas , disertai dengan tambahan hiasan seperti sulaman tali dari emas dan bunga yang bertaburkan intan berlian. Untuk keris Jawa , menurut bentuknya pendok ada tiga macam, yaitu (1) pendok bunton berbentuk selongsong pipih tanpa belahan pada sisinya , (2) pendok blewah (blengah) terbelah memanjang sampai pada salah satu ujungnya sehingga bagian gandar akan terlihat , serta (3) pendok topengan yang belahannya hanya terletak di tengah . Apabila dilihat dari hiasannya, pendok ada dua macam yaitu pendok berukir dan pendok polos (tanpa ukiran).


* Wilah
Wilah atau wilahan adalah bagian utama dari sebuah keris, dan juga terdiri dari bagianbagian tertentu yang tidak sama untuk setiap wilahan, yang biasanya disebut dapur, atau penamaan ragam bentuk pada wilah-bilah (ada puluhan bentuk dapur). Sebagai contoh, bisa disebutkan dapur jangkung mayang, jaka lola , pinarak, jamang murub, bungkul , kebo tedan, pudak sitegal, dll. Pada pangkal wilahan terdapat pesi , yang merupakan ujung bawah sebilah keris atau tangkai keris. Bagian inilah yang masuk ke pegangan keris ( ukiran) . Pesi ini panjangnya antara 5 cm sampai 7 cm, dengan penampang sekitar 5 mm sampai 10 mm, bentuknya bulat panjang seperti pensil. Di daerah Jawa Timur disebut paksi, di Riau disebut puting, sedangkan untuk daerah Serawak, Brunei dan Malaysia disebut punting.
Pada pangkal (dasar keris) atau bagian bawah dari sebilah keris disebut ganja (untuk daerah semenanjung Melayu menyebutnya aring). Di tengahnya terdapat lubang pesi (bulat) persis untuk memasukkan pesi, sehingga bagian wilah dan ganja tidak terpisahkan. Pengamat budaya tosan aji mengatakan bahwa kesatuan itu melambangkan kesatuan lingga dan yoni, dimana ganja mewakili lambang yoni sedangkan pesi melambangkan lingganya. Ganja ini sepintas berbentuk cecak, bagian depannya disebut sirah cecak, bagian lehernya disebut gulu meled , bagian perut disebut wetengan dan ekornya disebut sebit ron. Ragam bentuk ganja ada bermacammacam, wilut , dungkul , kelap lintah dan sebit rontal.
Luk, adalah bagian yang berkelok dari wilah-bilah keris, dan dilihat dari bentuknya keris dapat dibagi dua golongan besar, yaitu keris yang lurus dan keris yang bilahnya berkelok-kelok atau luk. Salah satu cara sederhana menghitung luk pada bilah , dimulai dari pangkal keris ke arah ujung keris, dihitung dari sisi cembung dan dilakukan pada kedua sisi seberang-menyeberang (kanan-kiri), maka bilangan terakhir adalah banyaknya luk pada wilah-bilah dan jumlahnya selalu gasal ( ganjil) dan tidak pernah genap, dan yang terkecil adalah luk tiga (3) dan terbanyak adalah luk tiga belas (13). Jika ada keris yang jumlah luk nya lebih dari tiga belas, biasanya disebut keris kalawija ,atau keris tidak lazim .

Sejarah Asal keris
Sejarah Asal keris yang kita kenal saat ini masih belum terjelaskan betul. Relief candi di Jawa lebih banyak menunjukkan ksatria-ksatria dengan senjata yang lebih banyak unsur Indianya. Keris Budha dan pengaruh India-Tiongkok Kerajaan-kerajaan awal Indonesia sangat terpengaruh oleh budaya Budha dan Hindu. Candi di Jawa tengah adalah sumber utama mengenai budaya zaman tersebut. Yang mengejutkan adalah sedikitnya penggunaan keris atau sesuatu yang serupa dengannya. Relief di Borobudur tidak menunjukkan pisau belati yang mirip dengan keris. Dari penemuan arkeologis banyak ahli yang setuju bahwa proto-keris berbentuk pisau lurus dengan bilah tebal dan lebar. Salah satu keris tipe ini adalah keris milik keluarga Knaud, didapat dari Sultan Paku Alam V. Keris ini relief di permukaannya yang berisi epik Ramayana dan terdapat tahun Jawa 1264 (1342Masehi), meski ada yang meragukan penanggalannya. Pengaruh kebudayaan Tiongkok mungkin masuk melalui kebudayaan Dongson (Vietnam) yang merupakan penghubung antara kebudayaan Tiongkok dan dunia Melayu. Terdapat keris sajen yang memiliki bentuk gagang manusia sama dengan belati Dongson.

Keris "Modern"
Keris yang saat ini kita kenal adalah hasil proses evolusi yang panjang. Keris modern yang dikenal saat ini adalah belati penusuk yang unik. Keris memperoleh bentuknya pada masa Majapahit (abad ke-14) dan Kerajaan Mataram baru (abad ke-17-18). Pemerhati dan kolektor keris lebih senang menggolongkannya sebagai "keris kuno" dan "keris baru" yang istilahnya disebut nem-neman ( muda usia atau baru ). Prinsip pengamatannya adalah "keris kuno" yang dibuat sebelum abad 19 masih menggunakan bahan bijih logam mentah yang diambil dari sumber alam-tambang-meteor ( karena belum ada pabrik peleburan bijih besi, perak, nikel dll), sehingga logam yang dipakai masih mengandung banyak jenis logam campuran lainnya, seperti bijih besinya mengandung titanium, cobalt, perak, timah putih, nikel, tembaga dll. Sedangkan keris baru ( setelah abad 19 ) biasanya hanya menggunakan bahan besi, baja dan nikel dari hasil peleburan biji besi, atau besi bekas ( per sparepart kendaraan, besi jembatan, besi rel kereta api dll ) yang rata-rata adalah olahan pabrik, sehingga kemurniannya terjamin atau sedikit sekali kemungkinannya mengandung logam jenis lainnya. Misalkan penelitian Haryono Arumbinang, Sudyartomo dan Budi Santosa ( sarjana nuklir BATAN Yogjakarta ) pada era 1990, menunjukkan bahwa sebilah keris dengan tangguh Tuban, dapur Tilam Upih dan pamor Beras Wutah ternyata mengandung besi (fe) , arsenikum (warangan )dan Titanium (Ti), menurut peneliti tersebut bahwa keris tersebut adalah "keris kuno" , karena unsur logam titanium ,baru ditemukan sebagai unsur logam mandiri pada sekitar tahun 1940, dan logam yang kekerasannya melebihi baja namun jauh lebih ringan dari besi, banyak digunakan sebagai alat transportasi modern (pesawat terbang, pesawat luar angkasa) ataupun roket, jadi pada saat itu teknologi tersebut belum hadir di Indonesia. Titanium banyak diketemukan pada batu meteorit dan pasir besi biasanya berasal dari daerah Pantai Selatan dan juga Sulawesi. Dari 14 keris yang diteliti , rata-rata mengandung banyak logam campuran jenis lain seperti cromium,stanum, stibinium, perak, tembaga dan seng, sebanyak 13 keris tersebut mengandung titanium dan hanya satu keris yang mengandung nikel. Keris baru dapat langsung diketahui kandungan jenis logamnya karena para Mpu ( pengrajin keris) membeli bahan bakunya di toko besi, seperti besi, nikel, kuningan dll. Mereka tidak menggunakan bahan dari bijih besi mentah ( misalkan diambil dari pertambangan ) atau batu meteorit , sehingga tidak perlu dianalisis dengan isotop radioaktif. Sehingga kalau ada keris yang dicurigai sebagai hasil rekayasa , atau keris baru yang berpenampilan keris kuno maka penelitian akan mudah mengungkapkannya.

Keris Pusaka terkenal
Keris Mpu Gandring
Keris Pusaka Setan Kober
Keris Kyai Sengkelat
Keris Pusaka Nagasastra Sabuk Inten
Keris Kyai Carubuk
Keris Kyai Condong Campur

sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2010/01/mengenal-keris-dan-kegunaannya.html

Bagindo Azizchan

Bagindo Azizchan
Bagindo Azizchan

Bagindo Azizchan merupakan Wali Kota Padang kedua setelah kemerdekaan, yang dilantik pada tanggal 15 Agustus 1946 menggantikan Mr. Abubakar Jaar. Beliau lahir di Padang, Sumatera barat pada 30 September 1910 dan meninggal di Padang, 19 Juli 1947 pada umur 36 tahun.

Bagindo Azizchan mengenyam pendidikan HIS di Padang, MULO di Surabaya, dan AMS di Batavia. Tamat dari AMS dan sempat dua tahun duduk di Rechtshoogeschool te Batavia (RHS), ia sempat membuka praktik pengacara dan aktif di beberapa organiasi, di antaranya sebagai anggota pengurus Jong Islamieten Bond di bawah pimpinan Agus Salim.

Pada tahun 1935 Ia  Kembali ke kampung halamannya dan mengabdi sebagai guru di beberapa sekolah di Padang dan berkali-kali pindah mengajar ke luar kota. Ia sempat aktif di Persatuan Muslim Indonesia (Permi) sampai organisasi itu dibubarkan pada tahun 1937.

Setelah proklamasi kemerdekaan, ia ditunjuk sebagai Wakil Wali Kota Padang pada 24 Januari 1946 dan pada 15 Agustus 1946 dilantik sebagai wali kota menggantikan Mr. Abubakar Jaar, yang pindah tugas menjadi residen di Sumatera Utara.

Padang pada 10 Oktober 1945, di tengah situasi pasca-kedatangan Sekutu di, ia menolak tunduk terhadap kekuatan militer Belanda yang berada di belakang tentara Sekutu. Ia terus melakukan perlawanan dengan menerbitkan surat kabar perjuangan yang bernama Republik Indonesia Jaya, bahkan turun langsung memimpin perlawanan terhadap Belanda sampai akhirnya meninggal pada tanggal 19 Juli 1947.

Meninggal dunia

Setelah terlibat pertempuran melawan Belanda tersebut Ia meninggal pada 19 Juli 1947 dalam usia 36 tahun. Jasadnya dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Bahagia, Bukittinggi. Gelar Pahlawan Nasional Indonesia telah disematkan kepadanya pada 9 November 2005 melalui Keppres No. 82/TK/2005

Menurut hasil visum (yang dilakukan di Rumah Sakit Tentara Dr. Reksodiwiryo, Ganting sekarang), ia meninggal karena terkena benda tumpul dan terdapat tiga bekas tembakan di wajahnya.

Penghormatan

Untuk menghormati jasa-jasa dan pengorbanannya, namanya diabadikan menjadi nama jalan di beberapa kota, seperti Padang dan Bukittinggi. Di Padang, sebuah monumen berbentuk kepalan tinju didirikan di persimpangan Jalan Gajah Mada dan Jalan Jhoni Anwar, Kampung Olo, Nanggalo. Meskipun diresmikan sebagai Monumen Bagindo Azizchan oleh Wali Kota Padang Syahrul Ujud pada 19 Juli 1983, monumen ini lebih dikenal dengan nama Tugu Simpang Tinju. Monumen lainnya, terletak di Taman Melati (kompleks Museum Adityawarman), hasil karya pelukis Wisran Hadi dan pemahat Arby Samah.

Penghargaan

Bagindo Azizchan juga menerima penganugerahan gelar Bintang Mahaputra Adiprana yang merupakan penghargaan tertinggi di negara kita.